Lumajang — Mantan Kepala Toko SASMART, Muhammad Fadhil Al Anshor, kembali membantah isu penggelapan dana yang diduga bersumber dari RH alias M (40), dosen Universitas Al-Falah Assunniyyah sekaligus manajer SASMART. SASMART sendiri adalah anak usaha dibawah naungan Kopontren Assunniyyah..
Isu ini mulai mencuat sejak Hari Raya 2025, ketika RH/M tiba-tiba mempertanyakan laporan keuangan toko meski seluruh data transaksi telah tercatat dan dapat dipantau melalui aplikasi perusahaan. Setelah itu, angka tuduhan yang beredar berubah-ubah—mulai dari Rp23 juta, Rp19 juta, Rp8 juta, hingga ada versi lain menyebut Rp90 juta.
Dalam mediasi resmi bersama tim audit pada 5 Mei 2025, ditemukan selisih sementara Rp9.788.922,17. Namun setelah dilakukan perbaikan data dan penghitungan lanjutan terhadap transaksi operasional, hasil akhirnya saat ini justru menunjukkan selisih Plus sebesar Rp1.811.882,83, bukan kekurangan.
> “Hasil terbaru justru menunjukkan selisih plus, tetapi saya masih mendengar isu bahwa saya menggelapkan dana. Itu sangat merugikan nama baik saya,” kata Fadhil.
Fadhil juga menilai RH/M, sebagai manajer, jarang hadir, sulit dihubungi, dan biasanya datang hanya untuk pengambilan gaji—sehingga fungsi manajerial dinilai tidak berjalan.
Hingga berita ini diterbitkan, RH/M belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyebaran isu tersebut.
Isu ini mulai mencuat sejak Hari Raya 2025, ketika RH/M tiba-tiba mempertanyakan laporan keuangan toko meski seluruh data transaksi telah tercatat dan dapat dipantau melalui aplikasi perusahaan. Setelah itu, angka tuduhan yang beredar berubah-ubah—mulai dari Rp23 juta, Rp19 juta, Rp8 juta, hingga ada versi lain menyebut Rp90 juta.
Dalam mediasi resmi bersama tim audit pada 5 Mei 2025, ditemukan selisih sementara Rp9.788.922,17. Namun setelah dilakukan perbaikan data dan penghitungan lanjutan terhadap transaksi operasional, hasil akhirnya saat ini justru menunjukkan selisih Plus sebesar Rp1.811.882,83, bukan kekurangan.
> “Hasil terbaru justru menunjukkan selisih plus, tetapi saya masih mendengar isu bahwa saya menggelapkan dana. Itu sangat merugikan nama baik saya,” kata Fadhil.
Fadhil juga menilai RH/M, sebagai manajer, jarang hadir, sulit dihubungi, dan biasanya datang hanya untuk pengambilan gaji—sehingga fungsi manajerial dinilai tidak berjalan.
Hingga berita ini diterbitkan, RH/M belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyebaran isu tersebut.