Skip ke Konten

Kasus Dugaan Pencurian Helm di Malang, Polinema Sampaikan Klarifikasi

10 Februari 2026 oleh
Admin
| Belum ada komentar

Malang - Seorang pria diduga melakukan pencurian helm dan menjadi sasaran sorakan warga di tengah kemacetan parah usai konser musik di Kota Malang. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (8/2/2026), setelah konser NDX AKA yang digelar di kawasan Preston–Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru.

Dugaan pencurian helm itu terjadi saat ribuan penonton konser meninggalkan lokasi acara. Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Sudimoro menyebabkan kemacetan total, sehingga pemuda yang diduga sebagai pelaku tidak dapat melarikan diri.

Dalam kondisi tersebut, pria itu akhirnya dikerumuni warga. Peristiwa tersebut direkam oleh sejumlah orang dan videonya kemudian menyebar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan terduga pelaku berada di tengah kemacetan dan menjadi sasaran sorakan massa.

Viralnya video tersebut memicu beragam spekulasi di kalangan warganet. Sejumlah komentar di media sosial menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang. Isu itu semakin ramai setelah muncul komentar di akun Instagram Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Malang (Polinema).

“Halo admin kampus BEM Polinema, bagaimana pihak kampus menyikapi dan menindaklanjuti video viral di TikTok terkait adanya mahasiswa Polinema yang ketahuan melakukan tindakan pencurian helm? Mahasiswa berinisial RHM, Program Studi Sistem Informasi Bisnis angkatan 2024, dan juga seorang calon Presma nomor urut 1,” tulis salah satu warganet.

Unggahan tersebut menuai berbagai respons. Sejumlah warganet menyayangkan jika dugaan tersebut benar, karena dinilai dapat mencoreng nama baik institusi pendidikan.

Menanggapi ramainya isu tersebut, pihak Polinema menyatakan telah menurunkan tim khusus untuk melakukan investigasi internal guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.

"Kami sedang menginvestigasi kejadian ini. Ada tim yang sedang bekerja,” ujar Wakil Direktur Bidang III Polinema, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, saat dikonfirmasi Selasa (10/2/2026).

Wahyu menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan sivitas akademika Polinema akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, baik dari sisi hukum maupun institusional.

"Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh sivitas akademika tentu ada dampak hukumnya, termasuk sanksinya. Namun, kami menunggu hasil investigasi terlebih dahulu,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai kebenaran status terduga pelaku sebagai calon presiden BEM Polinema, Wahyu menyatakan bahwa pihak kampus belum dapat memastikan hal tersebut.

“Masih menunggu hasil investigasi, termasuk terkait kebenaran apakah yang bersangkutan merupakan calon presiden BEM Polinema,” pungkasnya.

Selain memberikan pernyataan kepada media, pihak Polinema juga menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram resmi kampus. Dalam klarifikasi tersebut, kampus menegaskan komitmennya untuk bersikap objektif dan transparan, serta akan mengambil langkah sesuai hasil investigasi yang dilakukan.

Klarifikasi Polinema

Selain itu, melalui press release Presiden BEM Polinema, Muhammad Rais Rabulizat Ghaniy menyampaikan permintaan maaf dan komitmen untuk mengawal proses penyelidikan kasus ini.Klarifikasi BEM Polinema

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan tidak menerima laporan resmi terkait dugaan pencurian helm tersebut. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, mengatakan bahwa hingga kini tidak ada laporan yang masuk terkait peristiwa tersebut.

“Tidak ada laporan terkait itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Hingga berita ini ditulis, proses investigasi internal kampus masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi terkait identitas maupun status terduga pelaku.

(via detikjatim, Times Indonesia) 

di dalam BERITA
Admin 10 Februari 2026
Share post ini


Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar