Seorang pendidik di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, bernama Nur Ali Harahab, S.Pd.I., menarik perhatian publik melalui aksi kemanusiaannya dengan menghibahkan sebagian besar tanah miliknya demi kepentingan pendidikan. Ia menyumbangkan tanah pribadi seluas 7.500 meter persegi untuk pembangunan sekolah yang terletak di Kecamatan Angkola Selatan, wilayah yang sebelumnya terdampak bencana banjir bandang dan guncangan sosial.
Keputusan mulia tersebut diambil bukan tanpa perjuangan. Lahan yang dihibahkan merupakan milik pribadi yang diperoleh oleh Nur Ali dengan usaha panjang, termasuk meminjam dana dari bank bersama suaminya untuk membeli tanah tersebut—sebuah langkah yang diambil dengan niat sejak lama untuk mendukung pendidikan agama di daerahnya.
Nur Ali merupakan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Tapanuli Selatan dan telah mengabdi di dunia pendidikan selama lebih dari dua dekade. Ia baru menjabat sebagai kepala madrasah sejak Agustus 2025, namun komitmennya terhadap pendidikan telah terpatri jauh sebelum itu.
Dalam pernyataannya, Nur Ali menyampaikan bahwa ia ingin madrasah itu menjadi milik umat dan negara, sehingga pemeliharaan dan keberlanjutannya terjamin melalui naungan Kementerian Agama. Ia juga berharap kontribusinya akan menjadi investasi panjang bagi generasi muda yang berakhlak dan berilmu.
Aksi sosial ini menjadi sorotan netizen dan mendapat apresiasi luas karena mencerminkan pengabdian tulus seorang guru yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga memberikan dukungan nyata untuk masa depan pendidikan anak-anak di sekitarnya.
Via Klik Anggaran, Kompas.com