Skip ke Konten

Nobar Kedua Film Dokumenter "Pesta Babi" di Lumajang Berubah Jadi Privat, Panitia Sebut Ada Penyesuaian Konsep

13 Mei 2026 oleh
Admin
| Belum ada komentar

LUMAJANG – Rencana pemutaran film dokumenter terbaru karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, di Kabupaten Lumajang mengalami perubahan status. Acara yang semula dibuka untuk masyarakat umum, kini dipastikan berlangsung secara tertutup atau private.

​Sedianya, kegiatan nonton bareng (nobar) yang kedua ini akan digelar pada Kamis malam Jumat, 14 Mei 2026, pukul 18.00 WIB. Lokasi awal yang direncanakan adalah Cafe Eleven Eleven (11.11) di Jalan Gatot Subroto No. 2b, Veteran, Karangsari, Sukodono, Lumajang. Namun, pihak penyelenggara mengonfirmasi adanya perubahan mendadak terkait akses kepesertaan.

​Berdasarkan keterangan dari panitia, keputusan untuk mengubah format acara menjadi terbatas bagi tamu undangan saja didasari oleh dua faktor utama, yakni perubahan venue dan penyesuaian konsep acara.

​"Karena adanya perubahan venue dan penyesuaian konsep acara, kegiatan ini kini diselenggarakan secara terbatas dan khusus untuk tamu undangan," tulis pihak penyelenggara dalam pernyataan singkatnya.

​Menyusul Serangkaian Penolakan di Berbagai Daerah

​Perubahan status menjadi privat di Lumajang ini terjadi di tengah gelombang hambatan penayangan film tersebut di berbagai kota di Indonesia. Sebagai informasi, film hasil kolaborasi Watchdoc, Jubi Media, Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia ini sebelumnya sempat menghadapi kendala serupa:

  • ​25 April 2026: Penayangan di Pusat Pastoral Mahasiswa DIY dibatalkan oleh pihak pengelola gedung.
  • 8 Mei 2026: Acara nobar di UIN Mataram dibubarkan paksa hanya dalam waktu 3 menit setelah film dimulai.
  • Kalimantan Selatan: Penolakan keras juga datang dari DPD KNPI setempat.

​Film yang tayang perdana di Auckland, Selandia Baru, pada Maret lalu ini memotret isu krusial mengenai kolonialisme modern dan dampaknya di tanah air. Mengingat rekam jejak penyensoran di kota-kota lain, langkah panitia di Lumajang untuk mengubah acara menjadi privat diduga sebagai upaya mitigasi agar pemutaran tetap bisa terlaksana dengan kondusif bagi undangan terbatas.

​Bagi masyarakat umum di Lumajang yang sebelumnya berminat hadir, perubahan ini menutup akses masuk ke lokasi acara. Belum ada informasi pasti apakah akan ada penayangan publik di lokasi lain di Lumajang dalam waktu dekat.


di dalam JAWA TIMUR
Admin 13 Mei 2026
Share post ini


Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar