Skip ke Konten

Keren! Guru SD di Blitar Ajarkan Siswa Kelas 3 Buat Gaul dari Tutup Botol Bekas

13 Februari 2026 oleh
Admin
| Belum ada komentar

Blitar - Seorang guru sekolah dasar bernama Binti Isti menjadi sorotan publik setelah membagikan video kegiatan pembelajaran kreatif di akun Instagram pribadinya. Guru yang mengajar di SDN Selokajang 01 tersebut juga dikenal sebagai bagian dari program Guru Kreator Konten 2025.

Dalam video yang diunggah, ia memperlihatkan proses mengajar siswa kelas 3 membuat GAUL (Gantungan Unik dan Lucu) dari limbah tutup botol bekas. Video tersebut viral dengan capaian sekitar 360 ribu like, lebih dari 400 komentar, sekitar 9.700 kali repost, 27,4 ribu dibagikan, dan 27 ribu disimpan.

Alat yang digunakan dalam kegiatan:

  1. Setrika
  2. Tutup botol plastik
  3. Kertas roti gulungan
  4. Cookies stamp emosi (cetakan kue karakter emosi)
  5. Gantungan merica warna-warni
  6. Solder (pelubang)
  7. Sarung tangan
  8. Cutter


Respons publik di kolom komentar

Banyak warganet memberikan apresiasi terhadap kreativitas pembelajaran tersebut.

@papuaocean.id: “Wow kreatif dan keren sekaliii, jadi terinspirasi untuk aktivitas edukasi nanti.”

@ulya.yaya.188: “Bagus bgt kk kreatif bgt.”

@berrybead.collection: “Lucunyaaa hasilnyaa bagus semua masyaallah.”


Namun, ada juga komentar yang menyoroti aspek keamanan.

@mahasells_artwork menyampaikan kekhawatiran tentang bahaya melelehkan plastik:

"Sorry to say this but when you melt plastics, will produce toxic chemicals and when we inhale it will affect our lungs, especially for children melting plastics is not safe.”

Terjemahan:

“Maaf sebelumnya, tetapi ketika plastik dilelehkan akan menghasilkan bahan kimia beracun dan jika terhirup dapat memengaruhi paru-paru. Terutama bagi anak-anak, melelehkan plastik tidak aman.”

Ia juga menambahkan penjelasan lanjutan:

Even ‘recyclable’ or ‘food-grade’ plastic is NOT safe to heat like this. Recycling symbols do not mean safe for melting. School environments usually have poor ventilation. Iron boxes are not temperature-controlled for plastic safety. So this activity is not safe in any classroom environment, even with adults present — and definitely not without safety precautions.”

Terjemahan:

“Bahkan plastik yang bisa didaur ulang atau ‘food-grade’ tidak aman dipanaskan seperti ini. Simbol daur ulang tidak berarti aman untuk dilelehkan. Lingkungan sekolah biasanya memiliki ventilasi yang kurang baik. Setrika tidak memiliki pengatur suhu khusus untuk keamanan plastik. Jadi kegiatan ini tidak aman dilakukan di ruang kelas, bahkan dengan pengawasan orang dewasa — apalagi tanpa prosedur keselamatan.”


Video pembelajaran kreatif tersebut pun memicu diskusi publik, tidak hanya soal inovasi pemanfaatan limbah, tetapi juga pentingnya standar keamanan dalam kegiatan praktik di lingkungan sekolah.

di dalam PENDIDIKAN
Admin 13 Februari 2026
Share post ini


Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar