Gnext Indonesia, Washington D.C. — Penampakan bendera Indonesia yang berdampingan dengan bendera Israel dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) di Washington D.C., Amerika Serikat, memicu sorotan publik dan perbincangan luas di media sosial.
KTT perdana BoP digelar pada Kamis, 19 Februari 2026, di Donald J. Trump U.S. Institute of Peace. Forum yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini membahas strategi global untuk perdamaian, stabilitas keamanan, serta rencana pendanaan dan rekonstruksi wilayah konflik, khususnya Gaza.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan lebih dari 40 negara, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto yang turut menyampaikan pidato dalam forum internasional itu.
Perhatian publik tertuju pada susunan visual bendera negara peserta yang menempatkan Indonesia berdampingan dengan Israel. Banyak warganet menilai posisi tersebut sensitif secara simbolik.
Namun, sejumlah pihak menjelaskan bahwa susunan bendera kemungkinan mengikuti urutan alfabet nama negara dalam bahasa Inggris. Dalam urutan tersebut, negara seperti India, Indonesia, Israel, dan Italy memang berada berdekatan.
Penampakan tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial.
Salah satu warganet dengan akun threads @thomas.hanzee menulis:
"Momen bersejarah, kapan lagi Bendera Merah Putih bersanding dengan bendera negara pelaku genosida modern. Sia-sia kita dipecat jadi tuan rumah Piala Dunia, capek-capek boikot gerai ayam goreng & kopi, ternyata nggak ada faedahnya. Walaupun karena urutan abjad, tetap saja.”
Warganet lain dengan akun threads @susilolisus juga menyampaikan ketidaknyamanan:
“Di BoP meeting, bendera Indonesia bersebelahan dengan bendera Israel. I just don’t like.”
Forum internasional ini menargetkan penggalangan dana hingga 5 miliar dolar AS untuk mendukung stabilisasi dan rekonstruksi Gaza, sekaligus memperkuat koordinasi internasional dalam upaya perdamaian kawasan konflik.
Meski diduga hanya mengikuti prosedur administratif berdasarkan urutan alfabet, penempatan bendera tersebut menunjukkan bahwa simbol visual dalam forum diplomatik tetap memiliki makna sensitif bagi sebagian publik.
KTT Board of Peace sendiri menjadi forum internasional baru yang mempertemukan banyak negara untuk membahas langkah konkret menuju stabilitas dan rekonstruksi wilayah terdampak konflik global.