Yerusalem - Pasukan Israel dilaporkan menahan imam Masjid Al-Aqsa, Syaikh Muhammad Ali Al-Abbasi, pada Senin (16/2/2026) malam waktu setempat.
Menurut laporan Kantor Berita Palestina, Wafa, penangkapan terjadi di halaman kompleks masjid.
Insiden ini berlangsung di tengah meningkatnya kebijakan Israel yang menyasar Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak 1967.
Masih pada hari yang sama, ratusan pemukim Israel dilaporkan memasuki kompleks Al-Aqsa dengan pengamanan pasukan Israel. Wafa juga menyebut otoritas Israel melarang imam, pendakwah, serta kelompok Murabitin - yang bertugas menjaga kawasan suci tersebut - untuk memasuki area masjid.
"Yerusalem, khususnya di Kota Tua dan area sekitar Masjid Al-Aqsa, mengalami tensi yang meningkat akibat kebijakan keamanan ketat oleh otoritas Israel, termasuk penahanan dan pembatasan tokoh agama serta aktivis," demikian laporan Wafa.
Sementara itu, Arab News melaporkan Otoritas Palestina telah memperingatkan Israel terkait meningkatnya eskalasi di kompleks Al-Aqsa menjelang bulan suci Ramadan.
Pemerintah Kegubernuran Yerusalem menyebutkan bahwa sejak Januari 2026, sekitar 250 orang dilarang memasuki kawasan tersebut oleh otoritas Israel.
Pada pekan yang sama, Dewan Dakwah Yerusalem juga tidak diizinkan menyiapkan fasilitas penyambutan Ramadan, seperti pemasangan payung dan penyediaan klinik.
Pemerintah Kegubernuran Yerusalem turut mengecam kunjungan anggota parlemen Israel, Amit Halevi, ke kompleks Al-Aqsa pada akhir pekan lalu. Kunjungan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya Israel untuk mengubah status quo di kawasan suci itu.