Skip ke Konten

Dosen FST UNAIR Temukan Senyawa Antikanker Baru dalam Daun Apa-Apa

9 April 2026 oleh
Admin
| Belum ada komentar

Surabaya, Gnext - Dikutip dari Unair News, Tim riset Universitas Airlangga (UNAIR) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mulyadi Tanjung, Drs., M.S., berhasil menemukan senyawa antikanker potensial dalam daun Apa-Apa (Flemingia macrophylla). Tanaman asli Indonesia ini sejatinya telah lama digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat lokal untuk perawatan organ reproduksi wanita.

Dalam riset mendalam tersebut, Prof. Mulyadi menjelaskan bahwa timnya menemukan dua senyawa baru yang diberi nama deoksihomoflemingin dan 3-hidroksiflemingin A. Berdasarkan pengujian awal terhadap sel kanker serviks dan sel payudara, kedua senyawa ini menunjukkan hasil positif yang sangat kuat sebagai agen antikanker.

"Senyawa kimia yang dihasilkan tumbuhan umumnya berasal dari hasil metabolit sekunder yang digunakan untuk pertahanan diri dan adaptasi pada lingkungan. Kami melihat adanya perbedaan senyawa yang dihasilkan dari tumbuhan tersebut yang berpotensi dengan spesies yang banyak dan mudah didapatkan," ungkap Prof. Mulyadi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemilihan daun Apa-Apa didasarkan pada tiga aspek utama: ilmiah, pendidikan, dan praktis untuk kebutuhan industri masa depan. Hingga saat ini, riset mengenai kandungan senyawa baru dalam tanaman ini masih sangat minim, sehingga memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memimpin publikasi ilmiah di jurnal internasional ternama.

"Tim kami memilih riset mengenai daun Apa-Apa juga mempertimbangkan banyak hal yang mana belum ada penelitian yang membahas temuan senyawa baru dalam daun ini sehingga potensi risetnya sangat besar," tambahnya.

Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, Prof. Mulyadi menyebutkan bahwa temuan ini masih berada di tahap awal. Diperlukan serangkaian tahapan panjang mulai dari uji in vivo hingga uji klinis sebelum nantinya dapat digunakan secara luas di dunia medis.

"Saat ini kami sedang berada di tahap awal uji in vitro yang mana masih akan dilanjutkan dengan uji in vivo, uji klinis, dan serangkaian uji lainnya. Dengan demikian harapannya tidak hanya dapat digunakan dalam dunia medis juga dapat menunjukkan daya saing riset Indonesia di kancah global," pungkasnya.


Admin 9 April 2026
Share post ini


Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar