JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi mempercepat peta jalan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di tanah air. Proyek strategis nasional ini ditargetkan mulai masuk ke dalam sistem kelistrikan (COD) pada tahun 2030, lebih cepat dari proyeksi sebelumnya.
Langkah ambisius ini diambil sebagai solusi atas kebutuhan energi bersih yang stabil untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Pemerintah menilai bahwa energi terbarukan intermiten seperti surya dan angin tidak cukup untuk menopang kebutuhan industri besar, sehingga nuklir dipilih sebagai sumber energi beban dasar (baseload) yang mampu menggantikan peran pembangkit batu bara tanpa emisi karbon.
Saat ini, pemerintah sedang merampungkan pembentukan Nuclear Energy Program Implementing Organization (NEPIO) sebagai syarat dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk memantau implementasi program nuklir secara nasional. Dari sisi lokasi, Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan Barat menjadi kandidat terkuat karena memiliki stabilitas geologi yang sangat tinggi dan risiko gempa yang minimal. Teknologi yang akan digunakan fokus pada reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/SMR) yang dinilai lebih fleksibel dan memiliki sistem keamanan pasif yang lebih mutakhir.
Via CNN Indonesia