Skip ke Konten

Tim Peneliti dari BRIN Temukan Spesies Baru, Bunga 'Rafflesia Harjatii' di Hutan Kalimantan Timur

24 Februari 2026 oleh
Admin
| Belum ada komentar

Gnext Indonesia, Penajam Paser Utara – Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan penemuan spesies bunga langka terbaru dari pedalaman Kalimantan Timur. Spesies yang secara resmi dinamakan Rafflesia harjatii ini ditemukan mekar di kawasan konsesi hutan PT ITCI-Kartika Utama (ITCI-KU), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Meskipun pertama kali terpantau pada tahun 2022, status taksonomi bunga ini baru dikonfirmasi secara resmi melalui jurnal ilmiah Sains Malaysiana edisi Januari 2026. Penelitian bertajuk "Rafflesia harjatii (Rafflesiaceae) sp. nov., A New Species from East Kalimantan, Indonesia" tersebut melibatkan sederet pakar, di antaranya Ridha Mahyuni, Agus Susatya, hingga Willie Smits.

Keunikan Morfologi: Si Mungil Tanpa "Jendela"

Berdasarkan hasil identifikasi, R. harjatii memiliki karakteristik fisik yang sangat kontras dibandingkan dengan empat spesies Rafflesia lainnya yang ada di Kalimantan (R. hasseltii, R. keithii, R. tuan-mudae, dan R. pricei).

Beberapa perbedaan signifikan tersebut meliputi:

  • Dimensi Bunga: Memiliki ukuran bunga yang paling kecil di antara kerabatnya di Kalimantan.
  • Struktur Diafragma: Berbeda dengan mayoritas spesies lain, R. harjatii tidak memiliki struktur jendela (window) pada permukaan dalam diafragmanya.
  • Anulus Tunggal: Spesies ini hanya memiliki satu anulus, berbeda dengan spesies lain yang umumnya memiliki dua.
  • Pola Kutil: Memiliki kutil-kutil kecil berjumlah banyak dengan warna jingga tua yang seragam (monokrom) dengan warna kelopaknya.

Dedikasi untuk Tokoh Konservasi

Pemberian nama harjatii merupakan bentuk penghormatan kepada Harjati Hashim Djojohadikusumo. Para peneliti sepakat menyematkan nama tersebut atas kontribusi besar beliau dalam dunia konservasi alam serta kepemimpinannya di Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan Wadah Foundation yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.

Ekologi dan Habitat

Spesies ini ditemukan hidup sebagai parasit pada tanaman merambat Tetrastigma leucostaphyllum di area hutan sekunder tua campuran Dipterocarpaceae.

Secara teknis, bunga ini tumbuh pada ketinggian 325–329 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kondisi kelembapan tanah yang cukup tinggi mencapai 89%. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa kuncup dewasa bunga ini biasanya mencapai diameter 8,4–10 cm dan memasuki masa mekar pada periode November hingga Desember.

Penemuan ini menambah daftar kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan kawasan hutan di Kalimantan Timur sebagai benteng terakhir bagi flora endemik yang belum terpetakan.

Admin 24 Februari 2026
Share post ini


Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar