Jakarta — Perjalanan Kereta Api (KA) Majapahit dengan rute Malang (MLG)–Jakarta (JKT) mengalami keterlambatan panjang hingga 34 jam akibat banjir yang merendam jalur rel di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Salah satu penumpang, Jessica, membagikan pengalamannya melalui media sosial. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa KA Majapahit berangkat dari Stasiun Malang pada Jumat, 17 Januari 2026 pukul 17.50 WIB dan baru tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada Minggu, 19 Januari 2026 pukul 03.32 WIB.
Keterlambatan terjadi karena genangan banjir di lintas Pantura Jawa Tengah, khususnya wilayah Pekalongan, yang membuat jalur rel tidak dapat dilalui untuk sementara waktu. Demi alasan keselamatan, perjalanan kereta harus dihentikan dan dilakukan penyesuaian operasional hingga kondisi lintasan dinyatakan aman.
Selama penantian, kereta sempat berhenti cukup lama di beberapa titik. Meski perjalanan memakan waktu jauh lebih lama dari jadwal normal, penumpang akhirnya tiba di tujuan dengan selamat. Unggahan tersebut pun menarik perhatian warganet dan memicu beragam respons terkait dampak banjir terhadap transportasi kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebelumnya menyampaikan bahwa gangguan perjalanan kereta akibat banjir disebabkan oleh faktor alam dan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. KAI juga menyiapkan skema pelayanan bagi penumpang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.